Sidoarjo: Soroti Alun-alun Wage dan Prona

Sidoarjo: Soroti Alun-alun Wage dan Prona

Ratusan warga Desa Wage, Taman, nglurug balai desa kemarin. Dengan membawa poster, mereka menyampaikan tuntutan kepada kepala desa (kades) Wage, Bambang Heri Setiyono. Kami minta keterbukaan,”kata Ali Imron, salah seorang peserta demonstrasi (9/11).

Salah satu tuntutan warga adalah keterbukaan dalam pembangunan lapangan desa atau alun-alun wage. Pembangunan jogging track, misalnya, dinilai belum pernah dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) desa. Warga juga mempersoalkan pengelolaan Alun-alun Wage. Setiap ada acara, stan atau toko dimintai retribusi. Namun, tak jelas kemana alirannya.

Hal lain yang disoroti warga adalah program sertifikasi tanah dari proyek operasi nasional agraria (prona). Mereka menilai panitia prona desa kurang memberikan sosialisasi. Akibatnya, sejumlah warga belum mengerti pengeluaran apa saja yang harus dibayarkan. Pungutan liar pun rawan muncul.

Poin terakhir terkait dengan musholla di kompleks pemakaman desa. Pada era pemerintahan Kades sebelumnya, luas musholla hanya 100 meter persegi. Namun, Heri selaku Kades periode sekarang mengubahnya menjadi 465 meter persegi melalui surat keputusan tahun ini.

sumber: jawapos

 

Share this post

Post Comment