Meski Ekonomi Melambat, Industri Manufaktur Tumbuh Positif

SAMARINDA – Produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) di Kaltim tumbuh positif hingga 4,85 persen, meski ekonomi sedang mengalami perlambatan. Begitu pula dengan produksi industri mikro dan kecil (IMK) di Kaltim yang tumbuh hingga 12,91 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim M Habibullah, belum lama ini. Dia menjelaskan, pertumbuhan 4,85 persen produksi industri manufaktur besar dan sedang tersebut adalah data triwulan pertama tahun ini, secara year on year (yoy), alias perbandingan periode yang sama dengan tahun lalu.

Pun begitu, pertumbuhan secara quartal to quartal (q to q) tumbuh minus0,45 persen. “Industri manufaktur besar dan sedang ini adalah klasifikasi dari perusahaan yang memiliki tenaga kerja 20 hingga 100 orang pekerja,” ujarnya.

Diterangkannya, industri secara keseluruhan tumbuh 5,51 persen pada triwulan pertama tahun ini. Sementara triwulan pertama tahun lalu, tumbuhnya 6,34 persen. Industri kayu, barang dari kayu, anyaman, dan barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya tumbuh 4,38 persen. Sedangkan kimia dan barang dari bahan kimia tumbuhnya 2,38 persen.

“Angka pertumbuhan 4,85 persen tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan produksi IBS di Kaltim memang tumbuh, tapi tak sebaik pertumbuhan pada periode yang sama pada tahun lalu (5,82 persen). Alias mengalami penurunan,” ucapnya.

Adapun IMK di Kaltim, lanjutnya, pada triwulan pertama tahun ini secara yoy (year to year) yang tumbuh 12,91 persen, mencakup industri makanan, minuman, tekstil, pakaian jadi, dan industri lainnya. “IMK mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Sebab, intensitas tenaga kerja yang relatif lebih tinggi, namun dengan nilai investasi yang cenderung kecil,” urainya.

Dia menuturkan, IMK dapat lebih fleksibel dan lebih mudah beradaptasi terhadap perusahaan pasar. Juga, tak terpengaruh tekanan luar, karena cenderung lebih bisa tanggap terhadap peluang ekspor. Hal itu meningkatkan devisa negara. “IMK juga dapat berkontribusi pada diversifikasi usaha dan membantu perubahan struktur pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

(prokal.co)

Share this post

Post Comment