Dampak Sinabung, Harga Sayur dan Cabai Melambung

Dampak Sinabung, Harga Sayur dan Cabai Melambung

MEULABOH – Satu pekan jelang bulan suci Ramadan, harga sayuran di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, mengalami kenaikan hingga 50%. Selain tingginya permintaan, kenaikan juga dipicu minimnya pasokan dari Karo, Sumatera Utara, akibat erupsi Gunung Sinabung.

Harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional Kota Meulaboh, Aceh Barat, terus merangkak naik akibat menipisnya pasokan sayur dari Medan. Sebab dipasar ini, 100% komoditas sayur mayur dipasok dari Tanah Karo dan Medan.

Seperti kol misalnya, biasanya dijual seharga Rp10.000 per kilogramnya, kini naik menjadi Rp18.000. Sementara  wortel, buncis, tomat dan sayuran lainya juga mengalami kenaikan yang sama.

Tidak hanya sayur mayor, lonjakan harga juga terjadi pada cabai merah, cabai rawit dan bawang. Harga cabai merah sebelumnya dijual Rp30.000 ribu per kilogram naik menjadi Rp40.000 per kg.
Untuk harga bawang merah, sebelumnya di jual Rp28.000 menjadi Rp45.000 per kilogramnya. Sedangkan bawang putih sebelumnya Rp28.000 ribu menjadi Rp35.000 per kilogramnya.

Sagala, salah seorang pedagang mengatakan, kenaikan paling tinggi seluruh sayur yang dipasok dari Medan, Sumatera. “Akibat kenaikan, para pembeli banyak mengeluh. Ibu-ibu rumah tangga terpaksa mengurangi belanjanya. Kami pedagang pun jadi susah,” ujarnya, Kamis (26/5/2016).

Terbatasnya pasokan ini bakal membuat harga terus melambung hingga bulan Ramadan. Para pedagang dan pembeli berharap ada upaya pemerintah untuk mengendalikan harga sayur dan kebutuhan rumah tangga di Aceh Barat.

(sindonews.com)

Share this post

Post Comment